MARI MEMBACA. Powered by Blogger.

Sebuah Cerita : Untuk kelawawar Yang Mulai sombong

Ditulis oleh: -
Sore itu terlihat jelas langit berwana kemerahan menandakan matahari akan mulai terbenam. aku sedang duduk di teras rumah melihat kendaraan yang lalu lalang, itulah kebiasaan yang sering kulakukan di kampung halaman ku. Mungkin berbeda waktu masih kecil... dulu yang setiap harinya kuhabiskan bermain dengan teman-temanku tapi aku sudah mulai beranjak dewasa permainan anak kecil sekarang hanya menjadi totonanku saat ini, aku tak lagi terlibat di dalamnya.
 
Ketika itu mataku memandang langit seakan-akan mencari sesuatu. Ada yang hilang fikirku, aku mencoba menunggu tapi tak kunjung muncul juga. Aku teringat waktu masih kecil dulu sama seperti sore ini langit berwarna merah terkena pantulan sinar matahari yang mulai terbenam, mulai satu persatu rombongan kelelawar yang berterbangan entah kemana mereka pergi, tak mampu ku menghitung jumlahnya alangkah indahnya pemandangan langit waktu itu, teringat juga ketika aku sedang mandi di sungai bermain bersama teman-teman dan waktunya sama seperti sore ini. Ketika kelelawar mulai muncul berterbangan permainan kami sempat terhenti menikmati pemandangan yang tak lagi ada saat ini.
Itu lah yang hilang saat ini pemandangan yang tak pernah ada lagi di kampung halamanku. Entahlah apa yang membuat keleawar itu tak lagi terbang melintasi desaku. Mengherankan juga waktu musim buah-buahan kelelawar sangat jarang ditemukan padahal waktu masa kecilku dulu, aku menyiapkan ketapel untuk mengusir mereka di pohon durian yang tumbuh di belakang rumahku dan juga pohon mangga yang tepat berada di depan halaman rumah. Mereka saling sahut menyahut dengan bahasa mereka, mungkin suara itu menandakan kebahagiaan mereka karena begitu banyak makanan yang tersedia.
 
Semoga ini bukan pertanda akan bencana yang akan muncul, mengingat mitos yang ada di kota Soppeng. Pusat kota yang merupakan tempat tinggal hewan malam ini, di setiap pohon dihinggapi puluhan bahkan ratusan kelelawar. Menurut orang di sana jika sudah tidak ada lagi kelelawar makan akan muncul bencana. Ya semoga saja di kampung halamanku tidak terjadi bencana, itulah harapanku.

0 comments "Sebuah Cerita : Untuk kelawawar Yang Mulai sombong", Baca atau Masukkan Komentar